Tugu Perguruan Silat Simbol Identitas, Persaudaraan, dan Warisan Budaya Agung

Tugu Perguruan Silat Simbol Identitas, Persaudaraan, dan Warisan Budaya Agung

Kabarjatim.netJember, 29 Agustus 2023, nama Jember telah menjelma menjadi lebih dari sekadar kota tembakau dan sentra budaya. Dalam dekade terakhir ini, kota yang kental dengan nuansa Suwar-Suwir dan fashion ini juga telah menancapkan kepopuleran dalam dunia perguruan silatnya.

Di tengah riuhnya kegiatan perguruan silat, terdapat sejumlah padepokan pendekar di seluruh penjuru kabupaten Jember dan wilayah sekitarnya, juga dikenal sebagai Tapal Kuda.

Seperti Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), Persaudaraan Setia Hati Tunas Muda Winongo, IKSPI, Cimande, dan Pagar Nusa yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari pemandangan di sini.

Keberadaan perguruan-perguruan ini menandai kehadiran para muridnya yang telah menjalar hingga pelosok daerah seperti Banyuwangi, Lumajang, Bondowoso, dan Situbondo.

Prestasi Santri Pesantren SHOFA MARWA: Raih 2 Medali Emas dan 2 Medali Perunggu dalam Kejuaraan Martial Art Championship

Namun, yang tak kalah mencolok adalah semangat untuk memperkuat identitas dan ikatan persaudaraan. Para pendekar dari berbagai daerah ini dengan tulus membangun tugu-tugu sebagai lambang semangat mereka.

Mengumpulkan dana secara mandiri atau gotong royong, mereka membangun tugu dengan penuh ketulusan dan dedikasi yang tinggi, sembari memancarkan estetika seni yang luhur.

Seperti yang diutarakan oleh Sesepuh PSHT, Fajar Sukmono, pembangunan tugu ini adalah bagian dari usaha merawat budaya adiluhung pencak silat dan mengedepankan tali persaudaraan yang erat.

Setiap tugu yang berdiri adalah cermin dari semangat dan pengabdian, tak hanya bagi para pendekar, melainkan juga bagi seluruh warga yang merasakan nilai-nilai luhur ini.

Waspadai Bahaya! Mengganti Rangka Motor Bisa Berujung Pidana

Tidak jarang, bahkan pendekar dari perguruan berbeda turut berkontribusi dalam pembangunan tugu perguruan lain sebagai wujud penghormatan dan solidaritas di antara mereka.

Hasilnya, tugu-tugu silat yang indah telah menjulang di penjuru wilayah, memberi keindahan pada lanskap serta memperkukuh identitas dan persaudaraan di antara para pendekar dari berbagai latar belakang.

Dalam kata-kata Sesepuh Muhaimin dari PSHT, setiap tugu yang berdiri di desa-desa Jember memiliki kisahnya sendiri. Tak jarang, orang-orang dari luar daerah berhenti sejenak di depan tugu-tugu ini, mengambil selfie, dan dengan bangga membagikan momen ini dalam status WhatsApp mereka.

Keberadaan tugu-tugu ini telah mengukuhkan Jember sebagai lebih dari sekadar kota tembakau dan Suwar-Suwir, namun juga sebagai kota para pendekar yang menjunjung tinggi tradisi budaya Pencak Silat.

Mahasiswa Unej KKN Kelompok 183 Melakukan Pendampingan Pembudidayaan Maggot di Desa Klanting

H. Muh Khotib, Humas PSHT Jember, juga MABINDA PMII Jawa Timur, tugu perguruan silat telah menjadi simbol yang mengokohkan identitas dan persaudaraan. Tugu-tugu ini juga menjadi perwujudan nyata dari warisan budaya adiluhung yang patut dijaga.

Namun, terdapat pendapat berbeda terkait kelanjutan tugu-tugu ini. Beberapa pejabat telah mengusulkan penghancuran tugu-tugu ini karena dianggap berpotensi menimbulkan konflik di antara pendekar dari perguruan berbeda. Terkait hal ini, Khotib memberikan dua opsi untuk dipertimbangkan.

Pertama, dia mengusulkan agar tugu-tugu ini tetap berdiri sebagai simbol penguatan identitas dan persaudaraan, serta melestarikan nilai budaya adiluhung. Namun, perlu dilakukan dengan penuh kebijaksanaan agar tidak menambah tugu-tugu baru yang bisa merusak kondusivitas.

PMT Jatim Gelar FGD Geoheritage Tulungagung dengan Brida, BAPPEDA, Dinas Pariwisata, Kepala Desa, dan Pokdarwis

Kedua, dia merangsang gagasan program saling kunjung-mengunjungi di antara pendekar dari berbagai padepokan silat. Melalui berbagai program sosial bersama, ikatan persaudaraan bisa semakin erat dan memperkuat hubungan antar padepokan silat.

Dalam konteks ini, tugu perguruan silat tidak hanya menjadi lambang fisik semata, melainkan juga menjadi penghubung jalinan historis, identitas yang kuat, dan ikatan persaudaraan yang tak terkoyakkan.

Jember telah menorehkan jejak yang tak terhapuskan dalam tradisi budaya Pencak Silat, menjadikan kota ini sebagai jantung yang menghidupkan semangat dan kesatuan di antara para pendekar dari berbagai sudut.***

1 tanggapan pada “Tugu Perguruan Silat Simbol Identitas, Persaudaraan, dan Warisan Budaya Agung”

  1. Pingback: KKN UMD UNEJ Kelompok 30 Melaksanakan Berbagai Program Kerja Untuk Mengatasi Permasalahan Di Desa Pucanganom - Kabar Jatim

Tinggalkan Balasan