Kebijakan Pengambilan Ijazah Gratis di Jember Dapat Apresiasi Positif dari Masyarakat

kabarjatim.net – Kabar baik mengenai kebijakan pengambilan ijazah gratis tanpa syarat di Jember yang diumumkan oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdin) Jember, Bapak Soegeng Riyadi, telah menarik perhatian dan apresiasi positif dari masyarakat, terutama dari pelajar dan wali murid yang merasakan manfaat langsung dari kebijakan ini.

Banyak tanggapan gembira yang datang dari para alumni, seperti yang diungkapkan oleh Aditya Maulana, alumni SMK Negeri Dua Jember tahun 2017. Ia mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kepala Sekolah SMK Negeri Dua Jember dan Cabdin wilayah Jember atas bantuan mendapatkan ijazah asli tanpa biaya. Aditya kini siap melanjutkan pendidikannya ke jenjang kuliah di UT.

Bella Ayu Aprilia, alumni SMK Negeri Empat Jember tahun 2018, juga berbagi kegembiraannya. Sejak lulus dua ribu delapan belas, Bella mengakui belum bisa mengambil ijazah karena kendala administrasi. Namun, berkat program dari Cabang Dinas Jember, hari ini Bella merasa senang dapat mengakses ijazahnya secara gratis, membuka peluang untuk melamar pekerjaan.

Tidak hanya dari kalangan pelajar, tanggapan positif juga datang dari wali murid seperti Imam Syafi’i, wali murid Vidya Vidayanti di Seman Balung. Imam Syafi’i mengungkapkan terima kasih atas bantuan dari Cabang Dinas Jember yang telah memfasilitasi pengambilan ijazah anaknya tanpa dipungut biaya sepeser pun, membantu mengatasi kendala perekonomian yang dialaminya.

Kebijakan ini juga mendapat dukungan dari berbagai tokoh masyarakat, seperti yang disampaikan oleh Agus Muttaqin MH, Ombudsman Jatim, yang menyebut langkah Kacabdin Wilayah Jember sebagai inovatif dan patut dicontoh. Beliau menyatakan “Menurut  Agus Muttaqin, M.H., Ombudsman Jatim, program ini merupakan program yang patut diajdikan referensi oleh Dinas Pendidikan. “Langkah Kacabdin Wil Jember dalam program pengambilan ijasah / tanpa menahan Ijasah SMA SMK PKPLK merupakan program yang perlu di contoh dan dapat dijadikan rujukan Dinas Pendidikan di Indonesia.” Begitu juga dengan Ir. Artono, Anggota Komisi E DPRD JATIM, yang menilai program ini sebagai langkah kreatif dalam membantu masyarakat kurang mampu.

Nailil Hufron M.E, Ketua GMBI, menambahkan bahwa program ini merupakan solusi inovatif yang telah ditunggu-tunggu masyarakat. Ia berharap keberhasilan ini dapat menjadi contoh dan diadopsi oleh Cabdin di seluruh Indonesia untuk memberikan solusi bagi permasalahan sejenis.

Dr. Ali Badrudin, M.A., Sekretaris LP2M UNEJ, menekankan bahwa program ini tidak hanya inovatif tetapi juga solutif, yang akan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Ia berharap agar keberhasilan Cabdin Jember dapat menjadi acuan dan diadopsi oleh seluruh Cabdin di Indonesia.

Secara umum, kebijakan ini dianggap sebagai langkah tambahan yang sangat membantu masyarakat kurang mampu dalam mengakses ijazah tanpa beban biaya, seiring dengan dana BOS dan Program Biaya Penunjang Operasional Penyelenggaraan Pendidikan yang telah diterima oleh satuan pendidikan selama ini.

Tinggalkan Balasan